Jumat, 19 Juni 2009

Aku sayang semuanya

Siapa orang yang paling kamu benci??
Ibu.
Siapa orang yang paling kamu benci??
Ibu.
Siapa orang yang paling kamu benci??
Ibu.
Siapa orang yang paling kamu benci??
Ayah.

Apa kamu sering disiksa?
Tidak.
Apa kamu sering disiksa?
Tidak.
Apa kamu sering disiksa?
Tidak.
Apa kamu sering disiksa?
Kadang.

Kapan terakhir mereka menyiksamu?
Tak ingat,sudah lama.
Kapan terakhir mereka menyiksamu?
Tak ingat,sudah lama.
Kapan terakhir mereka menyiksamu?
Tak ingat,sudah lama.
Kapan terakhir mereka menyiksamu?
Baru saja berakhir,kemudian aku menyempatkan waktuku untuk menulis ini,sambil menghapus air mataku.

Apa kamu ingin balas mereka?
Tidak.
Apa kamu ingin balas mereka?
Tidak.
Apa kamu ingin balas mereka?
Tidak.
Apa kamu ingin balas mereka?
Aku sayang mereka.

Katanya kamu benci mereka,kenapa tidak membalas?
Mereka orangtuaku.

Apa masalahmu?
Tidak ada.
Apa masalahmu?
Tidak ada.
Apa masalahmu?
Tidak ada.
Apa masalahmu?
Jangan paksa aku untuk berkata,biarkan aku yang menanggungnya sendiri.

Kenapa sendiri?
Bukan urusanmu!
Kenapa sendiri?
Bukan urusanmu!
Kenapa sendiri?
Bukan urusanmu!
Kenapa sendiri?
Karena tak ada yang lain yang mau menemani.

Kau selalu memikirkannya?
Tidak.
Kau selalu memikirkannya?
Tidak.
Kau selalu memikirkannya?
Tidak.
Kau selalu memikirkannya?
Aku berusa melupakan semuanya,seakan tidak ada apa-apa.

Sudah kau lupakan?
Sudah.
Sudah kau lupakan?
Sudah.
Sudah kau lupakan?
Sudah.
Sudah kau lupakan?
Tidak mudah ternyata.

Mengapa kau membecinya?
Aku tidak membecinya.
Mengapa kau membecinya?
Aku tidak membecinya.
Mengapa kau membecinya?
Aku tidak membecinya.
Mengapa kau membecinya?
Karena mereka selalu menyalahkanku,melampiaskan padaku.

Itu salahmu?
Tidak tahu.
Itu salahmu?
Tidak tahu.
Itu salahmu?
Tidak tahu.
Itu salahmu?
Itu takdir, dia meninggal karena takdir. Bukan aku yang berbuat. Bukan aku yang mengharap.

Kamu senang?
Tidak.
Kamu senang?
Tidak.
Kamu senang?
Tidak.
Kamu senang?
Aku menyesal saat dia hidup aku selalu memarahinya.

Kamu menangis?
Tidak.
Kamu menangis?
Tidak.
Kamu menangis?
Tidak.
Kamu menangis?
Aku sudah terbiasa,toh air mataku ternyata sudah habis.

Kamu betah disini?
Iya.
Kamu betah disini?
Iya.
Kamu betah disini?
Iya.
Kamu betah disini?
Tidak, aku ingin pergi dari sini supaya dosaku tidak menumpuk.
Maksudnya?
Aku cuma ingin membela diri.
Maksudnya?
Karena membela diri aku melawanya.
Maksudnya?
Aku tahu melawanya itu dosa,karena itu dosa akan terus menumpuk,kalo aku pergi dari rumah aku tidak perlu lagi melawanya.

Kau akan berbuat apa?
Tidak ada.
Kau akan berbuat apa?
Tidak ada.
Kau akan berbuat apa?
Tidak ada.
Kau akan berbuat apa?
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Kau punya ide?

Berteriaklah!
Kau bercanda,
Berteriaklah!!
Kau bercanda,
Berteriaklah!!!
Apa maksudmu??
Dengan berteriak akan membantumu mengurangi rasa kesal dalam dirimu,berteriaklah sekencang kau bisa, berteriaklah,teriakkan apa masalahmu.
Baiklah akan kucoba.



*Aku benci ibuku!! Aku benci ibuku!! Dia selalu menyalahkan aku atas meninggalnya adikku... Aku benci ayahku!! Aku benci ayahku!! Dia selalu menghajarku padahal dia tahu itu bukan salahku...*

Aku tahu kau tidak mengatakan semua masalahmu.
Dari mana kau tahu?
Dari raut mukamu,aku bisa membaca itu.
Katakan semua kekesalanmu!
Baiklah.

*aku sayang adikku... Aku sayang adikku... Aku menyesal selama dia hidup selalu memarahinya. Aku sayang adikku*


#the end#

4 komentar:

manis.asam.asin mengatakan...

Tulisannya jelek!!
Pasti yang baca pada bingung..

Gak apalah,,namanya juga masih tahap pembelajaran.
Hahahaha...

ande~ mengatakan...

sabar ya qori..

Qorii mengatakan...

Sbar knpa nde??
Ini hasil ngarang lho..
Bukan certa pribdi w nde..
..
:D

kai mengatakan...

owhh..
kirain cerita pribadi..

**almost shocked..**