Rabu, 20 Juli 2011

rehabilitation of mental sickness part 2

senin, 4 juli 2011. CIPAYUNG



waw..

setelah mendengar instruktur dari pak marwan acara selanjutnya adalah orientasi tempat, kita di ajak berkeliling untuk melihat penampungan wanita yang di bawah melati yang di atas mawar, kemudian ke tempat penampungan laki – laki yang di bawah namanya kakak tua yang di atas namanya beo.



Satu persatu dari kita mulai turun dari aula menuju ke tempat tempat yang dari tadi beliau sebutkan, pintu gerbang pertama sudah di buka, di sana aku melihat yang hampir mayoritas di sana berkepala botak pada jongkok – jongkok, ada yang duduk mereka asik dengan dunia sendiri, sebagian dari mereka ada yang menyadari kedatangan kami, namun sebagian ari mereka sedang asik dengan dunia imaginasinya masing – masing, sejak masuk dari pintu gerbang kebesaran itu rasa takutku akan orang gila sudah hilang, tergantikan dengan rasa iba. Hati kecilku mulai manangis, miris sekali, aku tahu itu bukan keinginan mereka menjadi seperti itu, lingkungan yang memaksa mereka menjadi seperti itu, dan juga karena mereka tidak bisa menggunakan koping dengan baik.

Pak marwan mengajak kami berkeliling sambil membagikan 1 pasien untuk kami untuk di kaji, yah memang tujuan kedatangan kami kesini adalah mempelajari dan mempraktekan apa yang sudah di ajarkan bu buntar dan bu atun dosen jiwa kami. Kami di ajarkan banyak namun dalam praktek kali ini, dosen kami membatasi kasus,yaitu hanya harga diri rendah, isolasi social, dan halusinasi.

Tiba giliran gw untuk dapet pasien,

Saatnya mempraktekan yang sudah di ajarkan, komunikasi terapeutik.

“selamat pagi bapak, dan blab bla blaa..”

Untuk hari pertama yang ku dapat adalah identitasnya, yaitu Tn S. dan alasan berada disini. Tn S berkata berada di sini karena sedang keluar rumah tiba – tiba ada tantrib menggunakan pakaian kuning menangkapnya dan membawanya kemari.

Ternyata orang gila nyambung juga kalo di ajak berkomunikasi, lalu apa bedanya dengan kita (yg waras) kalo begitu, kataku dalam hati. Wahh,,, alhamdulilah,, ternyata aku dapet pasien yang waras, jadi gampang untuk di ajak komunikasi n kongkalingkong kalo lagii ujian tindakan.

Nihhh aku kasih gambar pasien aku,,

Image of mr. sipli



3 komentar:

Felicia Putri mengatakan...

Calon dokter jiwa ya? :O

Millati Indah mengatakan...

duh, jangan-jangan qorii udah ngerasa sama kaya mereka, makanya nyambung pas ngobrol :p
btw, kok gak detil ceritanya? padahal kayanya seru banget deh. ditunggu cerita lengkapnya.

tour and travel mengatakan...

hehhe.. lucunya.